Loading...

Join The Community

Premium WordPress Themes

Rabu, 01 Juni 2011

Sabrina : i love acoustic too


Penggila musik akustik pasti udah familiar banget khan sama Sabrina?! Doi adalah penyanyi akustik asal Filipina yang ga cuma berbakat, tapi juga cantik!
Doi sering ngebawain lagu-lagu hits internasional mulai dari yang klasik sampe lagu hip masa kini, kayak Bizzare Love Triangle – Frente, Fixing A Broken Heart – Indecent Obsession, She Will Be Loved – Maroon 5, Take A Bow – Rihanna, Wherever You Will Go – The Calling, California Gurls – Katy Perry, sampe Baby – Justin Bieber!
Sabrina sudah mengeluarkan 4 album sejak tahun 2006. 

Dalam album 'I Love Acoustic Too', sebuah tembang dari Jason Mraz “I’m Yours” membuka sesi akustik kita bersama Sabrina. Gesekan biola dan suara lembut dari Sabrina membuka lagu ini. Jika versi aslinya Mraz membawakannya dengan sangat groovy di lagu ini dia membawakannya cukup tenang dan nyaman untuk didengar. Lagu dari Savage Garden “I Knew I Loved You” dibawakan dengan lembut dan tidak terlalu melenceng dari lagu aslinya. Petikan gitar membuka hits John Mayer “Your Body Is A Wonderland”, lagunya sendiri enak sama seperti lagu aslinya. Di Bad Day”nya Daniel Powter lagu ini berbeda dengan versi aslinya yang menguatkan unsur piano di lagu ini hanya ada musik yang down-beat dan petikan gitar yang manis dari dia. Cover song yang lumayan. Lalu cover hit Lady Gaga “Poker Face” adalah cover song yang istimewa diantara album ini. Saya sudah banyak mendengar cover dan versi akustik dari lagu ini dan ini adalah salah satu yang terbaik. Lagu yang temanya sendiri cukup nakal dibawakan tenang dan lancar oleh dia. Di bagian reffnya dibubuhi musik yang sedikit upbeat dan enak.
“Bleeding Love” Leona Lewis dibawa lebih upbeat oleh dia, kesan mellow dari versi aslinya tertutupi. “Apologize”, makin menambah hangat dan sendu suasana di album ini. Di lagu ini ada gesekan biola yang makin menambah miris suasana lagu ini. “Because Of You” mengulang kembali cover version ala Ken Hirai namun di lagu ini soundnya lebih rame. “Take A Bow” juga lumayan. “Stick With You” dibawakan oleh dia lebih lambat. “Insomnia”nya Craig David memang single yang bernuansa dance tapi di sini dia membawakannya dengan tempo yang lebih lambat sehingga nuansa lagunya dapet.
Jika The Killers “Mr.Brightside” maka Sabrina adalah “Ms.Brightside”. Jika lagu aslinya bertempo cepat dan keras maka di lagu ini dia membawakannya secara lambat, pelan, smooth dan lembut. Suara dia di sini mirip Zee Avi. “Everything You Want” dari Vertical Horizon juga dibawakan cukup ciamik dan lumayan untuk dicoba. Snow Patrol hit “Chasing Cars” dibawakan hampir sama seperti yang aslinya namun di bagian ending lagu ini tidak disisipi oleh bumbu rock namun akustik yang dibawakan oleh Sabrina. Cukup bisa menghangatkan hati dan cocok didengarkan bersama pacar sambil berdua. Saya sangat suka dia membawakan kembali “How To Save A Life” seolah ada sesuatu kenyamanan sendiri mendengar lagu ini. Lagu “Iris” juga dibawakan sangat baik oleh dia, seolah mengulang kembali versi aslinya namun dengan orientasi akustik yang lebih banyak.“Wherever You Will Go” dari The Calling dibawakan dengan gaya minimalis.
Dan penutupnya adalah “Ordinary People” dari John Legend dan dibawakan dengan sangat apik dan baik oleh dia. Good closing. Yap,penyanyi asal Filipina ini membawakan sesuatu yang nice dan ekletik dalam sesi akustiknya kali ini.Suara dia yang loveable membuat daya tarik album ini makin bertambah. Mendengarkan isi dari album ini kita bagaikan berada di sebuah kafe dan melihat performance Sabrina sambil menikmati hangatnya minuman yang disajikan. Nice album!.

Selasa, 31 Mei 2011

Pop Art .. Seni Post-modernism


Pop art berasal dari kata Popular art. Definisi pop art, aliran seni yang memanfaatkan simbol-simbol dan gaya visual yang berasal dar media massa yang populer seperti koran, tv, iklan dll.

Aliran ini berkembang di Inggris dan Amerika antara tahun 1960-1970.

Karakter Pop Art adalah menggunakan elemen visual: dot/ titik raster yang berasal dari teknik cetak di media massa, kata seru, elemen yang terdapat di komik seperti Balon. biasanya menggunakan model yang berasal dari selebritis seperti Marilyn Monroe. dan tidk seperti seni lainnya, pop art menerima penggandaan baik menggunakan cara manual maupun cara mekanis seperti fotokopi.

Pop art pada dasarnya berasal dari istilah Popular Culture, yaitu sebuah ungkapan untuk menggambarkan sebuah budaya rendah karena lebih berkaitan dengan masalah hiburan, komersial bahkan selera masyarakat awam.

Pop art dalam desain.

Gaya desain ini berlangsung sekitar pertengahan dekade 60 an hingga memasuki tahun 1970. karena pengaruh pop art dalam desain maka terdapat upaya untuk mengangkat kembali unsur-unsur tradisional amerika. seperti teknik pewarnaan datar atau blok dan outline pada komik. sedangkan yang berkaitan dengan sisi tradisional adalah seperti tipe huruf, ornamen tradisional serta mengangkat kembali gaya art deco dan art nouveau, atau sering disebut juga dengan revivalism. Selain itu efek dari budaya pop art, muncul pula kegemaran akan poster sebagai media ekspresi dari gerakan-gerakan protes sosial seperti gerakan pembela hak asasi manusia. gerakan lingkungan hidup, gerakan cinta damai dan gerakan pembela hak wanita. karena media massa dan masyarakat umum mengaitkan media ini dengan nilai-nilai kemapanan, musik rock, obat-obat psychadelic maka gaya poster ini disebut psychadelic art.

Di buku Pop Art (Basic) keluaran Taschen, definisi ini di-debunk dengan mengeluarkan pernyataan pop art yang sebenarnya, yaitu “Mengkomunikasikan keindahan kepada rakyat awam dengan cara-cara yang mudah dimengerti oleh mereka.”
 
Itulah kenapa Campbell’s Soup, Komik, Uang dua dollar, Michael Jackson, dan sebagainya dipakai sebagai subjek. Kenapa begitu saja dipakai tanpa ada sentuhan estetika? Karena kalau kita mau jujur, seperti itulah estetika masyarakat awam. Mereka tidak bicara komposisi warna, gradasi, kontras, legibility, dan sebagainya. Mereka hanya ingin sebuah icon yang mereka sukai hadir di tengah-tengah karya seniman terkenal. Dengan media itulah seniman pop art berusaha berkomunikasi dengan masyarakat.


Kenapa definisi pop art jadi seperti itu? Kita tidak bisa menilai pop art begitu saja dari karya yang ada. Kita harus melihat hubungannya dengan estetika di masa lalu.
Sebelum pop art ada, seni adalah milik eksklusif orang-orang kaya, pintar, media, dan para seniman itu sendiri. Mereka menerjemahkan keindahan sesuai dengan teori-teori ideal mereka yang cenderung filosofis dan njlimet. Lalu lahirlah abstrak ekspresionisme. Seperti namanya, keindahan suatu karya abstrak ekspresionisme tidak bisa dinikmati tanpa kita perlu berpikir dan mencerna. Rakyat kecil dianggap sebagai kelompok yang tidak mengerti apa-apa soal keindahan, jangankan untuk menikmati abstrak ekspresionisme.
Thus, keluarlah pemikiran anti kemapanan. Roy Lichtenstein dan kawan-kawan berusaha mengubah keadaan ini dengan rumusan yang bisa membuat seni dan estetika lebih mudah dipahami.


Apakah memang Pop Art itu karyanya para seniman pemalas dan tidak memperhatikan estetika?


Tidak, justru Andy Warhol adalah figur paling menonjol dari dunia commercial art. Dia tahu persis seperti apa seni yang populer dan tidak populer. Eksekusi seperti apa yang bagus. Teknik seperti apa yang bisa dinikmati orang. Dia tahu itu semua dan bisa bikin ratusan karya “komersial”, tapi bukan untuk itu dia masuk ke dunia pop art.

Saya senang sekarang mulai ramai pernyataan sikap “POST-postmodernism” oleh para seniman dan desainer Indonesia. Menurut saya itu pernyataan yang hebat. Dunia kita sudah terlalu jenuh dengan tetek bengek teori yang dibangun oleh filsuf postmodern, karena itu kita butuh perubahan dalam teori estetika.
Tapi satu yang pasti, tidak akan ada breakthrough kalau kita masih bersikeras memakai teori-teori usang dari puluhan tahun yang lalu.
 



Senin, 30 Mei 2011

Mengenal Tim Burton


 
Tim Burton (lahir 25 Agustus 1958; umur 52 tahun) adalah sutradara Amerika Serikat yang terkenal dengan gaya-gaya gothic atau noir-nya. Kesan yang tampil dalam film-film Tim Burton adalah kesan suram dan sedikit humor gelap. Sukses Tim Burton diraih lewat film Batman Returns yang menurut banyak kritikus merupakan film Batman terbaik. Tim Burton juga dikenal lewat kolaborasi tetapnya dengan Danny Elfman, komposer musik filmnya. Hampir tak pernah Tim Burton membuat film tanpa Danny Elfman sebagai komposer musiknya. 

Karier Tim Burton dimulai sebagai animator pada Disney Pictures. Kemudian ia keluar untuk mewujudkan film dengan gayanya sendiri. Film-film Tim Burton antara lain Vincent, Frankenweenie, Beetlejuice, Batman, Batman Returns, Mars Attacks, Sleepy Hollow, Scissorhands, Ed Wood, Planet of the Apes, Charlie and Chocolate Factory, Corpse Bride serta Alice in Wonderland.
The Nightmare Before Christmas, film animasi stop motion layar lebar pertama yang didistribusikan secara internasional sering diakui sebagai karya terbaiknya. Namun sebenarnya film tersebut disutradarai oleh Henry Sellick. Tim Burton adalah penulis cerita yang campur tangannya sangat dominan. Tim Burton juga pernah masuk daftar calon sutradara yang akan menggarap Superman Returns namun kemudian jatuh ke tangan Bryan Singer. Waktu itu aktor yang hendak dicalonkan adalah Nicholas Cage.

Alice in wonderland

Nightmare Before Christmas
Charlie and The Chocolate Factory






Senin, 09 Mei 2011

Gathering Kamtis Family Indonesia


Endank Soekamti akan mengadakan Gathering Kamtis Family Indonesia. Acara ini di sponsori oleh XL dan Nagaswara.

Gathering Kamtis Family ini akan diadakan pada tanggal 17 Mei 2011 di Pulau Situ Gintung 3 Ciputat dari pukul 07.00 s.d 16.00. Dengan beragam acara seperti Bazaar Official Merchandise dan Kamtis Family, Futsal bersama Kamtis Army, Lomba design spanduk (untuk kelompok) bersama Kak Ari, Tebak lagu bersama Kak Dory, Bikin video bersama Kak Erix serta Diskusi dan bernyanyi bersama Endank Soekamti.

Bagi yang mau ikutan, persyaratannya gampang aja kok. Pertama kamu harus membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 10.000 per orang dan kamu akan mendapatkan Kartu Perdana XL edisi Kamtis Family. Dengan kartu perdana XL edisi Kamtis Family ini kamu bisa gratis menelpon dan SMS sesama Kamtis Family dan juga gratis SMS Info Endank Soekamti. Seru kan?
Persyaratan kedua, kamu harus membawa CD atau Kaset “soekamti.com”. Pilihan lainnya, jika kamu tidak membawa CD atau kaset, kamu harus memakai merchandise Endank Soekamti atau Kamtis Family.

Nah, Persyaratan yang mudah kan? 

Ayo para Kamtis, jangan lupa datang tgl 17 mei 2011. Mari kita beramai-ramai bersenang-senang disana. Karena akan ada hadiah dan doorprize dari Frogstone, Starcross, Wadezig, Mejiku dan tentunya Deadseventies.
See ya there !!

VW Party On the Beach


Volkswagen Club Tasikmalaya (VECTA) menyelenggarakan acara bernama VW Party On The Beach II pada tanggal 23-24 April 2011 di Pantai Pangandaran.  Ini merupakan kedua kalinya VECTA mengadakan kegiatan ini, setelah sebelumnya kegiatan serupa digelar pada pertengahan tahun 2005 silam.
Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah sebagai ajang kumpul penggemar serta keluarga besar VW, selain itu kegiatan ini pun menjadi ajang jual beli. Banyak saya temui secarik kertas bertuliskan “dijual” pada kaca mobil-mobil tersebut . 

VW Party On The Beach II berpusat di Lapang Boulevard Pangandaran dengan tema Lovely Family, Lovely Beach , Lovely VW. Tema ini diangkat karena acara ini memang dibuat sedemikian nyaman dan santai. Bukan hanya penggemar VW saja yang diundang namun beserta keluarga mereka (masing-masing pemilik VW).
Acara ini memang sangat ramai dan dan membuat semarak suasana liburan di pantai selatan kabupaten Ciamis itu. Saya melihat ada beberapa peserta yang datang berasal dari Bali, Makassar dan Lampung dengan membawa mobil VW berbagai tipe seperti Dakota, Kombi, Caravalle, Golf, Beetle, Passat dan lainnya. 

Saya mencoba berbincang dengan beberapa peserta, kebanyakan dari mereka datang ke acara ini selain bertujuan untuk berkumpul bersama para penggemar VW, mereka juga bertujuan untuk hunting mobil. Seperti salah satu penggemar VW yang sengaja datang ke Pangandaran dari Surabaya untuk berburu mobil kegemarannya dengan harapan berjodoh dengan mobil kegemarannya itu.

Nah, lanjut ke acara VW Party on the Beach ini, acaranya ada banyak, kayak sunatan massal, penanaman pohon, sepeda keliling pantai sama keluarga, konvoi ke lembah putri, bakar-bakar ikan, volley pantai/sepakbola antar club, kontes VW, bursa VW, bursa makanan, hiburan band reggae, dan ada bagi-bagi doorprize gitu. Kontes VW-nya ada banyak kategori, Best Family Car, Best Audio Car, dan masih banyak lagi.
Secara keseluruhan acara ini memang seru dan mengasyikan. Terlebih karena diadakan di pantai. Semoga akan ada lebih banyak acara-acara serupa di masa depan. 

 












 thank u for the pics, guys :)

Selasa, 22 Maret 2011

Lost Valentine BMX Competition


Bandung BMX once again shows their existence through Lost Valentine BMX Competition.


This competition was held on 12th and 13th of March 2011 at Buqiet Park and Balubur and divided into 4 events (Street Jam Session, Street Park, Best Trick and Best Dress). The competition has 3 categories which are Beginner, Junior and Senior.

A lot of riders came from outside Bandung, like East Java, Central Java, Jakarta and other cities.

Below are the prizes for every event and category :

Street Jam Session(OPEN) at BALUBUR (12th  march2011)
1. Rp 500.000 + Product+ Trophy
2. Rp 300.000 + Product+ Trophy
3. Rp 200.000 + Product+ Trophy

Street Park (SENIOR) at BUQIET PARK (13th march 2011)
1. Rp 750.000 + Product + Primo crank + Trophy
2. Rp 500.000 + Product + Animal Tyres + Trophy
3. Rp 300.000 + Product + Trophy

Street Park (JUNIOR) at BUQIET PARK (13th march 2011)
1. Rp 300.000 + Product + Trophy
2. Rp 200.000 + Product + Trophy
3. Rp 150.000 + Product + Trophy

Street Park (BEGINNER) at BUQIET PARK (13th march 2011)
1. Product + Trophy
2. Product + Trophy
3. Product + Trophy

Best Dress at BUQIET PARK (13th march 2011)
1. Rp 250.000

*BEST TRICK OPEN (Balubur): Rp 400.000 + Product + Trophy + Helmet
*BEST TRICK OPEN (Buqiet): Rp 400.000+Product+Trophy+Shoes
*BEST LINE (BUQIET) : RP 200.000 + Product + Trophy



It was quite thrilling competition, many riders show their extreme and dangerous tricks and we are so proud because one of Deadseventies’ rider named Taufan became the 1st winner of Street Park (Beginner) at Buqiet.
Congrats Taufan. Practice harder, Ride wilder and make your way to the top !!!
RESULT LOST VALENTINE COMPETITION:

street natural open balubur
1.Matheus adhi wibowo / BDGBMX / oakley (hoop tabletop to turndown to hoop table to drop 180 fakie out)
2.Tukil / eternal / jakarta pusat ( crankflip up to drop crankflip to cross foot landing)
3.Jujun nanindra / BDGBMX (180 nose bonk + drop barspin)

Best trick balubur
Tukil / eternal / jakarta pusat (crankflip up to drop crankflip to cross foot landing)

Beginner Buqiet

Beginner buqiet
1.Taufan / BDGBMX (dead seventies)(172)
2.annas / batik annas (157)
3.bazar / purwakarta (156)

Junior buqiet
1.Ade / serang / polygon,reload stuff (190)
2.Padi / warnawarni itemputih / tangerang (188)
3.lea aditama / garut (186)

Open buqiet
1.Matheus adhi wibowo / BDGBMX / oakley (506)
2.okke oktavianus / BDGBMX / DC shoes (465)
3.Jujun nanindra / BDGBMX (449)

Best trick buqiet
Matheus adhi wibowo / BDGBMX / oakley (fufanu on the top rail)

Best line
rai febrian ( no hander to manual to crankflip cross foot landing )


Rabu, 23 Februari 2011

Surf Culture



Surfing Culture

What do you know about surfing? Well, first of all we knew that surfing is a sport, an extreme sport actually.  Okay, do you think that’s enough? No, not at all. Let’s see the history first, I will tell only the brief history, I don’t want to make you bored about history, I know you got enough about history at school.

According to what I’ve read (hopefully it’s right), surfing first found in Polynesian cultural community, around 1500 BC until 400 AC. Records on written documents shown that these Polynesian people immigrated to Hawaii on the 4th century by sea . Because of their skill and ability to stand on big waves, they managed to arrive at Hawaii and preserved this tradition. Usually their head of the tribe does this sport to show their powers and authorities, and the commoners do it for popularity. The boards they use were very heavy so that not everyone can do it. But with the invention on finding the lighter materials for the board on around year 1940, surfing became favorite sport on various countries like Hawaii, America and Australia.



Around 1950s and 1960s surf culture spread quickly and somehow evolving very fast. What is surf culture? Surf culture is something unexplainable yet somehow understood. It’s includes the people, language, fashion and life surrounding the sport of surfing. The surf culture itself affected fashion, music literature, films, jargon and more. Surfing soon gained popularity among teenagers and Surfer Magazine was published. The Aspects of 1960s surf culture in Southern California where it was popularized including the woodie, bikinis and other beach wear such as board shorts or baggies and surf music.

We’re going to narrow it to the fashion. The surf fashion itself can’t be separated from the lifestyle. Because they affect each other. The lifestyle of surfers invented their own fashions. Identically with the beach, the fashion surely reflected the connection with the surrounding.
Women surfers wear bikinis and the men wear shorts, they prior the comforts, they wear them on everyday life, yet some people take it as a lazy style. Some teenagers who don’t understand wear them just because it looked cool, they wear them as an expression of freedom.

Soon, after surfing getting more popular, lots of those clothes rife with logos and brands and images that may represent the surfers, their fans or people who just adored the product started to wear them too. The surfers fashion itself becomes globally and trending.  Yes, admit it, we always adore those style. We love how the comforts they give when we wore them, we love how they give us confidence, we love them.


But there’s this one thing I should remind you all, back to the surfing itself, it’s not about the clothes we wear, nor the style. You know if you possess the style when you commit yourself to the life. You get drawn to the beach not only for perfect surf. You understand that it is the experience that keeps you alive, that shows your existence. Surfers who come are bound by the hunt for great waves, the desire for the ultimate ride and life around the ocean.






lotsaaa thanks for Ficka for the pics ^^ and mr. photographer Al ... ehehehehhe